Evolusi SMS dari Tahun ke Tahun Hingga menjadi Marketing tool Efektif
- Jan 8, 2021
- 2 min read
Tak terasa, Short Message Service atau yang biasa disingkat, SMS, sudah berumur 28 tahun sejak pertama kali diciptakan. Awalnya, SMS hanyalah cara berkirim pesan tapi seiring berjalannya waktu, SMS berevolusi menjadi salah satu teknik pemasaran yang paling efektif, yaitu SMS Blast. Yuk simak kilas balik perjalanan SMS hingga seperti sekarang!
Pesan singkat pertama kali dikirimkan tahun 1992 oleh Neil Papwort seorang insinyur di Sema Group. Ia berniat untuk mengirimkan pesan Merry Christmas kepada koleganya, Richard Jarvis. Saat SMS pertama kali diciptakan, tidak semua handphone kompatibel dengan aplikasi perpesanan tersebut.
Menurut survei yang dilakukan oleh GSMA di tahun 1995, rata-rata pengguna handphone mengirim pesan, 0,4 kali per hari. Bandingkan dengan saat ini dimana SMS memiliki fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk mengirim pesan, maupun untuk kebutuhan menerima kode SMS OTP.
8 tahun kemudian, SMS menjadi produk komersil yang memiliki 3,5 juta user aktif dengan hampir 80 persen pemilih handphone yang berlangganan. Pesan hanya terbatas 160 karakter dengan GSM Mobile.
Sebagai mobile marketing, SMS memiliki konsumennya tersendiri. Di tahun 2018, pendapatan terbesar dari SMS mencapai 100 juta dollar. Meski kini SMS memiliki banyak pesaing seperti WhatsApp dan Email, teknik mengirimkan pesan via teks ini masih mendapatkan tempat di hati para pengguna smartphone, sebagai salah satu alternatif populer.

SMS sebagai Marketing Tool
Sebagai salah satu tool marketing yang efektif untuk brand dan konsumen, SMS bisa dipakai untuk mengirimkan pesan broadcast maupun memberikan diskon.
Dari segi engagement:
-
SMS memiliki respon 209 persen lebih besar dibandingkan dengan telepon, email bahkan Facebook sekalipun.
-
Open rate SMS mencapai 98 persen dibandingkan email yang hanya 20 persen
-
95 persen pesan teks dibuka dalam waktu hanya 3 menit saja
-
Rata-rata hanya butuh 90 detik untuk seseorang dalam merespon SMS
-
45 persen jenis pesan yang dikirimkan via SMS adalah SMS marketing, yaitu untuk penjualan (salesforce)
Lahirnya SMS Marketing
Seiring perkembangan teknologi dan kreativitas, SMS pun kini punya banyak fungsi. Dulunya hanya pengirim pesan pribadi antar individu, kini dengan mengintegrasikan program ke dalam SMS, Anda bisa mengirim pesan dalam jumlah banyak sekaligus, serta mengetahui apakah SMS tersebut dibuka atau tidak.
Menurut survei, konsumen menukarkan kupon bentuk teks SMS 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan kupon dalam bentuk lain. Dan lebih dari 50 persen konsumen memilih untuk memperoleh special offer lewat SMS. Untuk brand yang relatif baru, konsumen tak segan menerima update via SMS karena lebih nyaman dibandingkan harus mengangkat telepon.
Kini, semua smartphone kompatibel dengan SMS. Pesan teks yang sederhana yang sifatnya personal ini menjadi alat pemasaran yang hemat biaya, tapi tepat sasaran. SMS Blast yang mungkin pernah Anda terima ketika mendekati gerai makanan fast food adalah salah satu bukti yang menunjukkan bahwa diskon dan promo dapat diberikan secara otomatis dan efektif.
Ingin membuat SMS Marketing yang memiliki dampak luas dan tepat sasaran? Hubungi Motict sekarang!